Sifat asli orang sebetulnya selalu ada, tapi mata yang dirabunkan oleh
cinta, logika yang dilumpuhkan, telinga yang ditulikan, dan hati yang
dibekukan oleh cinta, membuat orang yang sedang jatuh cinta TIDAK
MELIHAT sifat asli yang sebetulnya sudah ditampilkan.
Banyak orang berani mengumbar janji cinta, tapi sedikit yang berani bertanggung-jawab dalam pernikahan.
Lebih baik mencintai dia yang jauh tapi merindukanmu, daripada mencintai yang dekat tapi hatinya jauh.
Cinta selalu indah. Salah memilih kekasih dan salah cara mencintai
adalah perusak keindahan cinta. Maka, jangan salahkan cinta. Cinta hanya
memperlakukanmu seindah pekertimu.
Jika engkau ingin berbahagia, lebih mendengarlah, kurangilah bicara,
senyumlah selalu, seringlah tertawa, mencintalah dengan setia, lambatlah
untuk marah, cepatlah memaafkan, dan bersyukurlah atas yang telah kau
miliki.
Cinta yang sejati itu Talk Less, Do More. Tidak banyak janji, tapi langsung melamar dan membangun keluarga.
Undang-Undang Cinta: Love is respect. Jika dia tidak menghormatimu, dia tidak mencintaimu.
Cinta tidak harus menjelaskan alasan dari kehadirannya, atau tujuan dari perilakunya.
Tujuan dari cinta adalah membahagiakanmu. Jika tidak membahagiakan, pasti itu bukan cinta.
Jika engkau sudah mencintai 100% tapi dia tetap berkhianat, itu berarti
dia 100% bukan untukmu. Satu-satunya persentase yang diijinkan dalam
cinta adalah 100%. Yang selain itu – sulit membahagiakan.
Jika Anda tidak mencintai dengan 100% bagaimana mungkin Anda mengharap
untuk dicintai dengan 100%? Cinta itu seperti sedekah. Yang Anda berikan
adalah yang Anda terima, dan menjadikan semua yang sudah ada pada diri
Anda menjadi bibit bagi berkembangnya semua kekayaan, baik kekayaan
dunia dan kekayaan akhirat. Perhatikanlah, apakah ada orang yang
sebagaimana pun suksesnya – yang berbahagia tanpa cinta? Jika Anda
sedang dicintai, jangan sia-siakan cintanya.
Cinta, jika ada yang dekat dan jelas kesetiaannya, mengapakah harus
mengharapkan cinta yang jauh dan tak pasti? Jangan sampai upaya untuk
mencari yang jauh itu adalah karena tidak mensyukuri yang dekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar